Selasa, 20 Desember 2016

Kisah Sukses Top Ittipat Dalam Film "The Billioner" Yang Sangat Memotivasi


Seorang pemuda bernama TOP, sangat gemar bermain game online sejak duduk di bangku SMA. Suatu saat ketika bermain game online, ada member lain dari game online tersebut bernama Jack ingin membeli senjata kepada TOP. 

Awalnya TOP tidak ingin menjual senjata miliknya, namun setelah ditawari uang sebesar 30 Bath, akhirnya TOP berani menjualnya. 

Dari penjualan senjata itulah, keuntungannya semakin lama semakin besar sampai dia pun mampu membeli sebuah mobil. Bahkan karena bisnis itu ia mengabaikan pendidikan-nya

Suatu ketika, akun game online TOP dihapus oleh admin game online tersebut karena telah dianggap menyalahgunakan akun untuk kepentingan komersial. 

Bisnisnya pun hancur berantakan. Namun TOP adalah seseorang yang tidak pantang menyerah, ia berinisiatif untuk membuat bisnis baru dengan membuka toko DVD player

Tapi alangkah sialnya TOP bangkrut karena ditipu, dvd player berjumlah 50 unit itu ternyata rusak karena memang DVD Player itu bajakan. 

Setelahnya, TOP mencoba untuk membuat peluang bisnis baru dengan berjualan kacang. Ia  mulai melakukan survey di lapangan dan melakukan berbagai macam cara untuk membuat kacang yang diminati oleh pasar.  

TOP menyewa lokasi di mall untuk berjualan kacang. Namun penjualan kacang TOP tidak maksimal karena lokasinya yang tidak strategis. 

Dia memutuskan untuk pindah lokasi ke depan pintu mall. Al hasil, penjualan kacang TOP meningkat drastis. Namun semua itu tak berlangsung lama, bisnis Top itu berakhir karena pihak mall melihat asap pemanggang kacang TOP mengotori atap mall.

Di suatu pagi, TOP sedih tidak tahu harus berbuat apa karena rumahnya telah disita, sampai ketika ia bertemu dengan kekasihnya yang baru pulang dari Rayong dan membawa oleh-oleh makanan rumput laut yang enak. 

Dari situlah, TOP memulai memikirkan bisnis baru yaitu, bisnis makanan rumput laut. 

TOP berusaha merintis bisnis barunya dengan baik. Pada awalnya, hasil gorengan rumput laut Top dan pamannya tidak ada yang enak. 

Namun, karena suatu kejadian yang dialami oleh pamannya, ada satu bungkus rumput laut yang terkena air. 

Dari situlah TOP mengetahui bahwa rumput laut harus di basahi dahulu sebelum digoreng agar rasanya enak. Akhirnya TOP mulai memproduksi rumput laut tersebut dalam jumlah banyak untuk dijual. Dan ternyata laku keras. 

Kemudian, TOP mencoba bekerja sama  dengan 7-eleven, ia menawarkan produk rumput lautnya. Namun pertama kali ia datang, produknya ditolak dengan alasan kemasan rumput laut  tidak layak jual, ukurannya terlalu besar, serta harga jual yang dirasa cukup tinggi oleh 7-eleven. 

TOP tidak menyerah begitu saja, ia mencoba untuk merubah desain kemasannya dengan bantuan seorang designer. Ia menamakan produknya dengan nama TAE KEI NOI yang artinya pengusaha muda.

Dengan semangat, ia kembali ke 7-Eleven, namun ia gagal bertemu dengan manager 7-eleven. Dengan rasa putus asa, TOP pulang dan memberikan sample produknya kepada satpam penjaga di sana. 

Dan ternyata produknya diambil oleh beberapa karyawan di gedung itu. Alangkah terkejutnya TOP, tiba-tiba ia di hubungi oleh pihak 7-Eleven karena produknya diterima. 

TOP sangat senang dan segera menandatangani kontrak yang dibuat oleh 7-eleven. 

Dari salah satu kontrak tersebut menyebutkan bahwa TOP harus memproduksi 72000 kemasan untuk dikirim ke 6000 cabang, tentu saja ia harus memiliki pabrik, karena selama ini ia menggoreng rumput laut hanya di rumah.

Lalu ia teringat keluarganya mempunyai sebuah kantor kecil. Ia merenovasi kantor tersebut menjadi sebuah pabrik dan mempekerjakan beberapa karyawan. 

Namun pada saat pihak 7-eleven menginspeksi pabrik TOP, 7-eleven merasa pabrik TOP belum memenuhi standart. Lagi-lagi TOP tidak menyerah begitu saja, ia segera menyempurnakan apa saja yang masih kurang dan akhirnya kontraknya disetujui. 

Akhirnya, setelah 2 tahun, TOP menuai kerja kerasnya, dia bisa melunasi hutang-hutang kedua orang tuanya. 

Di usianya 26 tahun, ia berhasil memiliki pendapatan tahun 2010 mencapai sebesar 1.500 juta bath (Rp 450 Miliyar), memiliki 2500 karyawan, mengirim produknya ke 6000 cabang 7-eleven. 

Dia mengeskspor cemilan rumput lautnya ke 27 negara di dunia, dan memiliki perkebunan rumput laut di Korea Selatan.


Anda penasaran dengan filmnya?
silahkan download di bawah ini

DOWNLOAD

Artikel Terkait

Kisah Sukses Top Ittipat Dalam Film "The Billioner" Yang Sangat Memotivasi
4/ 5
Oleh

Mau Berlangganan?

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email